Kenali Gejala Hemofilia

MIMISAN atau pendarahan gusi kerap terjadi pada anak. Sebagian orang tua menganggap hal ini wajar. Namun, ada baiknya Anda tidak meremehkan kondisi ini. Sebab bisa jadi anak Anda menderita hemofilia.

Menurut dr. Wiranto Basuki, Sp.P.K., pada anak penderita hemofilia, biasanya pendarahan juga disertai rasa nyeri, terutama di bagian sendi dan otot. Secara kasatmata, sendi dan otot penderita juga terlihat bengkak dan menimbulkan nyeri bila disentuh dan digerakkan.

Wiranto mengatakan, hemofilia adalah penyakit berupa kelainan pembekuan darah akibat defisiensi (kekurangan) salah satu protein yang sangat diperlukan dalam proses pembekuan darah. Protein ini disebut faktor pembekuan darah. Pada hemofilia berat, gejala dapat terlihat sejak usia sangat dini (kurang dari satu tahun) di saat anak mulai belajar merangkak atau berjalan.

’’Pada hemofilia sedang dan ringan, umumnya gejala terlihat pada saat dikhitan, gigi tanggal, gusi berdarah, mimisan atau tindakan operasi dengan darah yang tidak dapat berhenti,” jelasnya.

Dijelaskan, hemofilia diturunkan melalui kromoson X secara resesif. Karena itu, kelainan ini umumnya diderita oleh anak laki-laki. Penyakit ini tidak dipengaruhi oleh ras, geografi, maupun kondisi sosial ekonomi.

’’Saat ini diperkirakan terdapat 350.000 penduduk dunia yang mengidap hemofilia. Di Indonesia, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) memperkirakan terdapat 200 ribu penderita. Namun, yang ada dalam catatan HMHI hanya 895 penderita,” terangnya.

Ketua Laboratorium Patologi RSUD Abdul Moeloek ini mengatakan bahwa hemofilia memiliki dua tipe, yakni tipe A dan B. Hemofilia A terjadi akibat kekurangan faktor antihemofilia atau faktor VIII. Sedangkan hemofilia B muncul karena kekurangan faktor IX.

’’Dari kedua jenis ini, hemofilia A lebih sering dijumpai ketimbang hemofilia B. Meski demikian, gejala klinik dari kedua jenis hemofilia ini sama. Penderita mengalami perdarahan yang sukar berhenti, lebam-lebam, serta nyeri sendi dan otot,” paparnya.

Penyakit hemofilia, imbuh dia, diturunkan secara sex-linked recessive. Karena efeknya terdapat pada kromosan X, maka biasanya perempuan merupakan pembawa sifat (carrier), sedangkan laki-laki sebagai penderita.

’’Jadi bisa dikatakan, hemofilia merupakan penyakit turunan dan bukan penyakit menular. Seseorang bisa mengidap hemofilia karena mewarisi gen hemofilia dari orang tuanya. Bisa saja seseorang mengidap hemofilia bukan karena faktor keturunan, tetapi karena terjadi kerusakan, perubahan, atau mutasi pada gen yang mengatur produksi faktor pembekuan darah. Ini terjadi pada sekitar 30 persen penderita,” jelasnya.

Pada dasarnya, Wiranto mengatakan pengobatan hemofilia ialah mengganti atau menambah faktor antihemofilia yang kurang. Namun, langkah pertama yang harus diambil apabila mengalami perdarahan akut adalah melakukan tindakan RICE (rest, ice, compression, evaluation) pada lokasi perdarahan untuk menghentikan atau mengurangi perdarahan. Tindakan itu harus dilakukan terutama apabila penderita jauh dari pusat pengobatan, sebelum pengobatan definitif dapat diberikan.

’’Karena penderita hemofilia mengalami defisiensi (kekurangan) faktor pembekuan darah, maka pengobatannya berupa pemberian tambahan faktor pembekuan darah atau terapi pengganti,” ungkapnya.

Sampai saat ini, belum ada terapi yang dapat menyembuhkan hemofilia, namun dengan pengobatan yang memadai penderita dapat hidup sehat. Tanpa pengobatan yang memadai, penderita hemofilia, terutama hemofilia berat berisiko besar mengalami kecacatan. Penderita bisa mengalami kemunduran fisik dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan atau bahkan meninggal dalam usia sangat muda.

Perihal blog aneka ragam
saya adalah seorang pemula dalam dunia bloger. sambil menulis, saya juga sedang belajar dan mendalami tentang dunia bloger. kepada rekan2 diharapkan bantuannya dalam mempelajari dunia bloger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: